Monday, August 23, 2010

Kawasan Perkebunan Anggur

Sapa sih yang nggak rindu negaranya memiliki kawasan perkebunannya tertata rapi dan indah kayak di Swiss ini??? Pasti semua pengen. Apa sih bedanya dengan nasib para petani di negara kita??

Yang bikin beda, penduduk di Swiss dengan penduduk di Indonesia adalah ketaatannya. Para petani di sini taat sama peraturan pemerintah dan mereka mendapat banyak keuntungan dari ketaatannya, yaitu pemerintah memberikan banyak fasilitas buat usaha mereka. Bener-bener ada mutulisma di antara kedua pihak. Selain itu asosiasi yang mengurus para petani ini juga bagus banget dan para petaninya juga kompak, tidak ada kejadian seperti dialami para petani kita. Karena pada kenyataan, petani kita kian hari kian terpuruk dan menjadi paling miskin dan terlantar. Pemerintah juga malah tutup mata dengan masalah yang dihadapi para petani, padahal potensi petani kita sangat luar biasa, tidak pernah menghadapi musim salju dan musim gugur, jadi potensi panennya bisa lebih banyak dari para petani di Swiss. Sayuran exotis makin sukar dicari, jadi sebenarnya bisa dibenahi sehingga para petani kita bisa lebih sejahtera...

Ini beberapa foto yang dapat saya jepret sepanjang perjalanan menuju perbatasan di Swiss dan Chamonix - Mont Blanc Prancis. Kalo gak salah ini sekitar Kota Morges menuju Genéve. Sungguh pemandangan yang luar biasa, memanjakan mata setiap orang yang melintasi kawasan perkebunan itu. Perkebunan anggurnya sampe ke puncak gunung...

Klik Foto untuk ukuran besar/Click picture for enlarge











Sunday, September 20, 2009

Fasilitas Kota : Lampu Jalan

Salah satu yang menarik sewaktu saya pergi ke Efteling NL, adalah dekorasi lampunya, unik berkesan kuno. Ada bagusnya jika lampu-lampu jalan atau kawasan perumahan dibuat cantik membuat view kota menjadi lebih menarik. Semoga foto-foto saya ini bisa menambah inspirasi dalam menata kota.





Tuesday, May 05, 2009

Kawasan Peternakan

Saya pernah janji kepada group "Selamatkan Pertanian Indonesia" untuk meliput kawasan pertanian dan peternakan di Eropa. Ini beberpa kawasan peternakan yang saya abadikan saaat melewati jalan toll di Belanda, dari arah Kota Breda menuju Huizen (Highway A27). Semoga berkenan. Klik foto untuk ukuran besarnya.




Hampir semua petani di sini memiliki traktor seperti ini, karena segala sesuatunya serba dikerjakan sendiri. Kalau di Indonesia pertanian bisa membuka lapangan kerja buat membantu persiapan lahan pertanian untuk masa musim tanam dan masa panen.







Sapi dibiarin gitu aja... Selama padang rumputnya seger dan tumbuh banyak.



Kincir angin sederhana, buat sistem pengairannya. Hampir di setiap lokasi peternakan ada kincir angin.

Sunday, April 05, 2009

Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Sampah

click picture for enlarge

Saya sangat perduli dengan keadaan sampah di Kota Bandung, penangannya kurang efisien. Sampai saya pernah membuat usulan penanganan sampah di Kota Bandung, tapi keburu malas heuheuhue...

Setelah tinggal disini, saya baru kepikir gimana kalo penanganan Tempat Pembuangan Sementara Sampah di Kota Bandung, di tiap lokasi dibuat seperti disini. Memang sih membutuhkan dana investasi yang nggak sedikit, harus beli countainer untuk jenis sampah berbeda dan mesin pembakar sampah yang sudah tidak bisa didaur ulang, tapi kan hanya untuk satu kali investasi dan masalah sampah bisa diatasi se-efisien mungkin.

Container Park atau TPS Sampah disini luasnya juga gak seberapa. Tapi benar-benar semua jenis sampah ada di sini dan dikelola dengan baik. Dinas Kebersihan memiliki toko barang bekas yang dimanfaatkan dari buangan ini, dan bekerja sama dengan pabrik-pabrik untuk daur ulang produk elektronika dan product lainnya yang bisa didaur ulang. Saya sempat mendokumentasikan suasana di lokasi container park, maaf agak buram soalnya salah setting, harusnya outdoor tapi tersetting indoor, itu juga ngumpet-ngumpet motonya :D


Peta Lokasi Container Park Oostende dan pintu gerbangnya.
Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket
Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket


Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Ini adalah container untuk sampah Kebun/Taman seperti pohon kering, rumput, tanah bekas tanaman dll


Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket


Di bawah ini ada container khusus batu, semen dan pasir bekas bahan bangunan


Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket


Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket



Yang warna orange adalah container khusus bahan-bahan terbuat dari metal dan yang warna hijau khusus plastik sisa botol minuman, blek minuman, karton minuman, dan kemasan makanan yang terbuat dari alumunium atau kaleng, yang bisa didaur ulang.
Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Yang kuning muda adalah mesin untuk membakar sampah yang langsung bisa dibakar. Sedangkan yang kuning orange adalah container untuk barang bekas meubel rumah tangga dari lemari, kursi, sofa bekas, matras, busa, karpet dan barang besar lainnya yang bisa dibakar. Yang hijau adalah container khusus karton dan kertas


Stand special fried oil/minyak goreng



Trash special for stereofoam/busa
Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket


Khusus elektronikca, seperti alat rumah tangga, kulkas, tv, perlengkapan komputer, dan sebagainya. Biasanya kita bisa mencari part dari elektronika yang rusak di rumah, kalo beruntung ada ya berarti gak usah beli, tinggal ambil :D tapi ya jarang banget ada yang masih bagus.


Yang ini stand khusus oli dari kendaraan bermotor, asalnya di pojok dalem, sekarang dipisah deket ke arah jalan masuk, di samping mesin pembakar sampah yang tidak bisa didaur ulang. Saya kena tegur sama penjaganya, ketauan memoto hahaha, siall...!

Saturday, March 14, 2009

Konservasi Bangunan Bersejarah


click picture for enlarge
Sluis City - Belanda

Kemaren saya jalan-jalan ke perbatasan, menuju Kota Sluis - Belanda. Dulu menurut sejarah kota ini adalah Ibukota Belanda sebelom akhirnya pindah ke Amsterdam. Saya tidak mereview keadaan di kota itu.

Saat hendak pulang ke Oostende, saya melewati sebuah kota yang terkenal berisi penduduk kaya raya yang tinggal di kota itu. Knokke Heist nama kotanya. Salah satu kota di West Vlaanderen. Mayoritas penduduk yang tinggal di sana adalah orang-orang Jerman. Entah karena suasananya kotanya yang mirip dengan keadaan di Jerman atau karena kondisi topografinya yang berbukit-bukit sama dengan negara itu.

Yang menarik dari kota ini adalah bangunannya, saya tidak melihat ada seni kebudayaan yang menarik dari sini, seperti yg saya dapati di Kota Bandung. Tapi betapa hebatnya pemerintah kota itu, mereka tetep melestarikan bangunan tua. Jika seseorang hendak menrenovasi rumah atau gedung, mereka tetap mempertahankan design arsitektur aslinya dan tidak boleh diubah. Saya tau di Bandung ada bangunan rumah tinggal yang didesign oleh Bapak Ir. Soekarno. Dan walaupun berubah menjadi toko, bangunan itu tetap seperti aslinya. Hanya pergantian material dari tembok menjadi kaca. Saya ingat rumah itu di Jalan Jendral Gatot Subroto dekat Wisma Lippo. Kalau nggak salah Toko Holland Bakery (kalo masih ada).

Foto-foto di bawah ini adalah kawasan perumahan di Kota Knokke Heist yang rata-rata bangunan rumah dan apartment-nya bergaya Classic Art Deco dan Kolonial, atau kombinasi dari keduanya.


Yang Modern dan yang bersejarah


click picture for enlarge

Walaupun ada/akan ada bangunan baru, tetap style arsitekturnya sama seperti bangunan lainnya, yang ada di kawasan itu.

Thursday, October 30, 2008

Utilitas Kota : Jalan

Sarana jalan termasuk salah satu utilitas kota. Kondisi jalan yang buruk tentunya akan menciptakan kemacetan, mengakibatkan kecelakaan juga merusak kendaraan yang melintas di jalan itu.

Minggu lalu di depan apartemen ada perbaikan jalan. Jalannya bagus padahal, gak berlubang atau rusak. Saya interest banget ngikutinnya sampai selesai, yang gak makan waktu sampe berhari-hari seperti layaknya perbaikan jalan aspal di Bandung. Bagus banget tim kerjanya, apalagi ini jalan utama, jadi harus cepat beres karena bisa macet kalo berlama-lama...

Mobil yang isinya karung plastik pasir

Yang menarik, ada mobil khusus yg isinya karung plastik isi pasir yg udah dimasak campur aspal (hotmix) si pekerjanya cuman kasih rambu utk pengemudi, lalu mengambil 2-3 karung isi pasir hotmix itu. Benar-benar praktis, tidak gak perlu memakai badan jalan untuk memasak bahan aspal.

Truck yang berisi aspal cair

Di mobil lainnya ada mobil khusus aspal cairnya. yang dibuat seperti untuk mobil air minum, pake keran untuk menuangkan aspalnya, jadi si aspal gak berceceran dimana-mana... rapi dan hemat.

Menunggu aspal kering,
para pekerjanya gak pulang atau gak kelayapan kemana-mana..


Hanya kurang dari dua jam kegiatannya, itu aja sudah termasuk menunggu sampai hasil pengaspalannya kering, kemudian arus lalu lintas berjalan normal... Salut, perhatian pemerintah dengan kondisi jalan sangat besar. Petugas di lingkupan PU-nya juga bener-bener kerja, gak pake korupsi manipulasi pengadaan bahan dan sebagainya untuk proyek kayak gini.

Sunday, September 28, 2008

Kawasan Hijau Taman Pemakaman


Rapi dan bersih

kawasan hijau

Nisannya memakai batu yang resap air. Batu alam biasa

Ini adalah kawasan pemakaman militer Jerman di Kota kecil Vladslo - Belgia. Saya sengaja berhenti dan memoto kawasan ini. Bagus banget kan kuburannya. Rapi, terawat dan lebih banyak kawasan hijaunya dibandingkan bentuk makamnya. Batu nisannya juga bukan keramik atau marmer yang mahal-mahal, tapi batu alam biasa yang menyerap air. Jadi cocok banget kalo kawasan ini berfungsi ganda, yaitu sebagai kawasan hijau dan daerah resapan air. Sama dengan imajinasi saya sewaktu saya menyusun Tugas Akhir tentang Kawasan Hijau Taman Pemakaman.

Saya sempet mikir gimana kalo taman pemakaman di Bandung dihijaukan, artinya kembali ke arti taman sebenarnya. Tapi susahhhhhhhh banget. Beda gak kayak di sini, di Bandung misalnya, taman pemakaman di mana-mana serba berantakan, jorok dan kumuh. Paling yang terawat hanya pemakaman milik militer dan makam tentara belanda di TPU PANDU yang terawat dan rapi, itu juga karena dana untuk menjaga kawasan pemakaman ada alokasinya , tidak seperti pemakaman umum, yang tidak jelas kemana duit pajak tahunan yang dibayar oleh para keluarga yang menyewa lahan untuk pemakaman keluarga mereka. Dilema!